Asap Eks TPA Panembong Resahkan Warga, Bupati Subang Kerahkan Penanganan Intensif

Asap Eks TPA Panembong Resahkan Warga, Bupati Subang Kerahkan Penanganan Intensif. (Foto: Istimewa)

SUBANG, BuletinJabar.com – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, BR, S.IP., turun langsung meninjau lokasi kebakaran sampah di bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong, Kelurahan Parung, Kecamatan Subang, Rabu (15/7/2026).

Peninjauan dilakukan sebagai respons cepat atas banyaknya laporan dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial terkait aroma tidak sedap yang dirasakan warga, khususnya di wilayah Kecamatan Subang. Setelah dilakukan penelusuran, sumber bau tersebut diketahui berasal dari asap yang muncul dari eks TPA Panembong.

Bacaan Lainnya

Di lokasi, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menjelaskan bahwa kebakaran di eks TPA Panembong dipicu oleh gas metana yang terbentuk dari timbunan sampah yang telah mengendap selama bertahun-tahun.

“Jadi, bekas TPA Panembong yang sebenarnya sudah tidak digunakan, tapi ternyata di bawah timbunan sampah, ada gas metana yang dipicu, bisa jadi oleh korek gas, atau bekas rokok yang dibuang tanpa sadar dan memicu percikan, padahal ada gas metan ayang cukup banyak,” jelasnya.

Menurut Kang Rey, asap yang masih terlihat hingga saat ini merupakan dampak dari proses pendinginan yang terus dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Subang bersama BPBD, PMI, dan Tagana. Hingga Rabu (15/7/2026), proses penanganan telah menghabiskan sedikitnya 40 tangki air.

“Kalau di permukaan tidak terbakar, tapi yang di dalamnya terbakar, ketika dipadamkan asapnya keluar seperti saat membakar sate,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses pendinginan menjadi langkah penting untuk mencegah api di bawah timbunan sampah kembali membesar. Selain penyemprotan air secara berkala, alat berat juga diterjunkan untuk mengisolasi area yang masih menyimpan titik api.

“Dengan alat berat untuk mengisolir luasan sampah yang masih ada apinya di bawah. Setiap jam kita semprot terus dengan air, karena kalau tidak dipadamkan atau didinginkan, apinya bisa membesar dan asapnya semakin pekat dan berbahaya. Bahkan ada 1 petugas yang mengalami mimisan akibat asapnya yang memang cukup berbahaya,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *