SUBANG, BuletinJabar.com — Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) kembali mencatatkan rapor gemilang bagi perekonomian nasional. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, sektor Industri Pengolahan Non-Migas (IPNM) terbukti kokoh menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,32% pada Triwulan II 2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,29%.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kertasasmita saat meresmikan pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3//2026). Dlam paparan resminya, Menperin menyoroti peta jalan penguatan struktur industri nasional dari hulu ke hilir, termasuk lonjakan investasi dan ekspansi masif ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di tanah air.
Berdasarkan data makroekonomi per Triwulan II 2026, sektor industri pengolahan non-migas memberikan kontribusi masif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 16,83% atau setara dengan Rp1.102,88 triliun. Tidak hanya itu, kontribusi terhadap realisasi investasi nasional pada periode yang sama mencapai 38,98% atau senilai Rp199,48 triliun.
Dari sisi ekspor, sektor manufaktur membukukan kinerja fantastis sepanjang Januari–Juni 2026 dengan menyumbang 82,03% dari total ekspor nasional atau senilai USD 115,50 miliar. Penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan tren positif, di mana sektor ini telah menyerap hingga 19,99 juta tenaga kerja per Februari 2026.
Jawa Barat: Juara Bertahan Sektor Industri Nasional
Dalam pemaparan regional, Provinsi Jawa Barat dinobatkan sebagai motor penggerak utama industri pengolahan nasional dengan porsi kontribusi mencapai 27,32% terhadap sektor industri pengolahan nasional. Hal ini tentunya dengan dibangunnya dua pabrik mobil listrik Vinvast dan BYD di Subang.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada TW II 2026 tercatat mengesankan di angka 5,73% (Y-on-Y), dengan nilai tambah industri mencapai Rp331,16 triliun dan PDRB menembus Rp833,95 triliun.






