“Jawa Barat memegang peranan krusial sebagai pusat manufaktur nasional. Struktur ekonomi yang kuat didukung oleh sektor unggulan seperti industri makanan-minuman, tekstil, otomotif dan komponen, kimia, serta elektronika menjadikan Jabar tulang punggung ekspor dan investasi Indonesia,” Agus Gumiwang Kertasasmita, Menteri Perindustrian RI.
Sektor unggulan di Jawa Barat didominasi oleh Industri Makanan dan Minuman, Tekstil dan Produk Tekstil, Otomotif dan Komponen, Kimia dan Farmasi, serta Elektronika dan Mesin.
Indonesia Pimpin Manufaktur Asia Tenggara (MVA 2025)
Kinerja membanggakan juga tercatat di kancah internasional. Berdasarkan data Manufacturing Value Added (MVA) global tahun 2025, Indonesia berada di posisi ke-12 dunia dengan total MVA mencapai USD 275,61 miliar. Posisi ini menempatkan Indonesia kokoh di peringkat pertama di kawasan Asia Tenggara, jauh melampaui negara tetangga seperti Thailand (USD 137,01 miliar) dan Vietnam (USD 126,24 miliar).
Pemerintah terus mengakselerasi transisi energi melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) yang tumbuh secara eksponensial. Data populasi nasional per April 2026 mencatat total populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 468.231 unit, yang terdiri dari 242.909 unit penggerak utama roda dua dan 223.100 unit penggerak utama roda empat.
Menperin Agus Gumiwang menegaskan bahwa tingginya adopsi pasar domestik di mana kendaraan listrik mencatatkan total penjualan 93.869 unit (2024–Semester I 2026) dengan pangsa pasar BEV roda empat nasional mencapai 43,2% mewajibkan peningkatan kapasitas produksi lokal.
Melalui cetak biru ekosistem EV terintegrasi dari hulu (industri pengolahan bahan baku & manufaktur baterai) hingga hilir (pengembangan industri daur ulang baterai), Indonesia optimis dapat menguasai setiap rantai pasok global dan menjadi pemain utama kendaraan listrik ramah lingkungan di kancah internasional. (YHJ)






