SUBANG, BuletinJabar.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, S.IP., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK/PAUD Yos Sudarso, Kabupaten Subang, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan MPLS yang berlangsung selama lima hari ini menjadi agenda awal tahun ajaran baru untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan fasilitas sekolah, tata tertib, budaya belajar, hingga membangun kedekatan dengan guru dan teman sebaya.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sebanyak 72 peserta didik baru mengikuti MPLS di TK/PAUD Yos Sudarso. Jumlah tersebut terdiri atas 14 siswa Kelompok Bermain (KB), 22 siswa TK A, dan 36 siswa TK B.Mengusung tema “Learning with Fun, Learning by Doing”, MPLS tahun ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui praktik langsung, sehingga anak-anak dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara optimal.
Suasana pembukaan MPLS berlangsung meriah. Kehadiran Bunda PAUD Kabupaten Subang disambut antusias oleh para peserta didik, orang tua, dan tenaga pendidik. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Senam Anak Indonesia Hebat bersama di halaman sekolah.
Kepala TK Yos Sudarso, Yanuarti Retno Utami, S.E. atau yang akrab disapa Miss Tami, menjelaskan bahwa pada hari kedua MPLS, peserta didik diajak mengenal lingkungan sekolah sekaligus membiasakan kebiasaan baik sebagai Anak Indonesia.
Kegiatan diawali dengan olahraga bersama, kemudian dilanjutkan dengan aktivitas di kelas masing-masing agar anak-anak semakin akrab dengan teman, guru, serta lingkungan sekolah.
Menurutnya, MPLS di jenjang pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi sarana pengenalan sekolah, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter. Pendidikan di TK Yos Sudarso, kata dia, tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, melainkan juga penguatan nilai-nilai karakter sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menegaskan bahwa usia dini merupakan masa golden age yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.
Karena itu, menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, kreativitas, serta kesiapan anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Ega juga mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Subang untuk menyukseskan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dengan memastikan setiap anak mengikuti PAUD atau TK sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, pendidikan prasekolah merupakan fondasi penting bagi masa depan anak.
“Saya tidak menghalangi anak bapak-ibu untuk mengikuti Bimba, hal tersebut tidak salah tetapi Bimba tersebut, seperti kursus yang tidak terdaftar di dapodik. Oleh karena itu anak-anak tetap terus bersekolah TK atau PAUD dan menyarankan tetap menjalankan Bimba di luar sekolah TK dan PAUD, sesuai dengan arahan dan tujuan pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut agar anak-anak kita untuk mendapatkan pondasi kuat untuk masuk SD karena Bimba dan PAUD itu berbeda,” imbuhnya.
Selain itu, Ega memberikan apresiasi kepada seluruh TK di Kabupaten Subang yang telah melaksanakan MPLS dengan penuh keceriaan, kehangatan, dan kasih sayang sebagai wujud pembelajaran yang ramah anak.
Menurutnya, masa pengenalan lingkungan sekolah merupakan langkah awal agar anak mencintai sekolah, berani bersosialisasi, mengenal guru, serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Senyum ceria para peserta didik, lanjutnya, menjadi bukti bahwa MPLS telah dilaksanakan dengan pendekatan yang ramah anak.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua sebagai mitra sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Dampingi tumbuh kembang anak, luangkan waktu untuk mendengar cerita mereka dan bangun komunikasi yang baik dengan guru. Kolaborasi antara keluarga dan sekolah adalah kunci lahirnya generasi Subang yang sehat, cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia,” pesannya.
Di akhir kegiatan, Ega berharap seluruh peserta didik baru dapat tumbuh menjadi generasi yang membanggakan. Ia juga berharap melalui Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, tidak ada lagi anak-anak di Kabupaten Subang yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan usia dini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang selaku Ketua Pokja PAUD Kabupaten Subang beserta jajaran, guru dan tenaga pendidik TK/PAUD Yos Sudarso, serta para orang tua dan wali murid.






