“Kami menuntut evaluasi terhadap penggunaan APBN, pengusutan kasus korupsi di tubuh Badan Gizi Nasional hingga ke akar-akarnya, menolak kenaikan harga BBM non-subsidi karena dampaknya akan dirasakan luas oleh masyarakat, serta meminta evaluasi program MBG. Kami juga mendesak pemerintah lebih memprioritaskan sektor pendidikan dengan menggratiskan pendidikan hingga perguruan tinggi,” tegasnya.
Dalam aksinya, mahasiswa juga membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan terhadap pemerintah dan para wakil rakyat yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Aksi demonstrasi berakhir setelah perwakilan mahasiswa diterima untuk berdialog dengan perwakilan DPRD Subang. Usai menyampaikan aspirasi dan tuntutannya, massa secara bertahap membubarkan diri dengan tertib.
Meski sempat diwarnai ketegangan dan aksi saling dorong, tidak ada laporan mengenai korban luka serius dalam demonstrasi tersebut. Aparat kepolisian tetap berjaga di sekitar lokasi hingga seluruh peserta aksi meninggalkan area kantor DPRD Subang.






