Menurutnya, sang suami sempat berharap para pelaku segera kabur. Namun hal itu tidak terjadi.
“Suami saya membangunkan adiknya dengan harapan orang itu kabur, tapi malah tidak kabur-kabur dan seperti menantang. Akhirnya dilawan. Saya hanya bisa berdoa karena khawatir terjadi sesuatu pada suami saya,” katanya.
Tati juga mengaku sempat meminta bantuan warga yang melintas di sekitar lokasi.
“Ada tetangga lewat, saya minta bantuan karena suami saya sedang berantem dengan maling. Saya khawatir suami saya meninggal. Alhamdulillah warga langsung datang dan membantu,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa terdapat dua orang yang masuk ke dalam penggilingan padi. Salah satu pelaku yang berhasil ditangkap bahkan sempat meminta agar dirinya dibunuh.
“Pelaku yang masih hidup malah minta dimatikan saja. Saya nasihati supaya bertobat. Sementara satu pelaku lainnya ditemukan meninggal di tengah sawah,” tuturnya.
Selain dua pelaku yang terlibat langsung, Tati menduga ada pelaku lain yang berperan sebagai pengawas di luar lokasi. Dugaan itu muncul setelah warga melihat sebuah mobil boks berada di sekitar tempat kejadian.
“Diduga ada mobil boks yang menunggu di luar. Setelah warga berdatangan, mobil itu langsung kabur,” katanya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kasus dugaan percobaan pencurian padi tersebut. Penanganan perkara masih dilakukan oleh Satreskrim Polres Subang untuk mengungkap kronologi lengkap serta kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya.






