Ia menegaskan, guru olahraga yang dimaksud mencakup tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.”Yang namanya guru olahraga itu dari berbagai tingkatan, bahkan dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, sederajat. Itu yang menjadi permasalahan.
Dan kami, guru-guru pun, kami kalau tidak ditahan, ya mungkin,” sambungnya.PGRI dan IGORNAS Sumedang berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti aparat kepolisian. Mereka juga meminta adanya penanganan terhadap dugaan ujaran kebencian yang dinilai berdampak terhadap martabat guru olahraga se-Kabupaten Sumedang.
Minta Polisi Segera Tindaklanjuti LaporanSupendi berharap proses hukum dapat berjalan dengan cepat. Ia mengatakan, organisasi guru siap mengambil langkah lebih jauh apabila laporan tersebut tidak segera mendapat tindak lanjut.
“Dan kami pun berharap dengan laporan ini, pihak Polres itu secepatnya menindaklanjuti. Dan kalau misalnya tidak secepat-cepatnya, kami pun, ya, sekelompok guru, bukan hanya guru olahraga, tapi mungkin sekelompok guru pun akan bertindak yang lebih jauh lagi,” pungkas Supendi.
Sementara itu, Ketua IGORNAS Sumedang, Ermansyah, mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya postingan yang dinilai mengandung dugaan ujaran kebencian tersebut sejak 3 September 2026.
Setelah melihat postingan itu, IGORNAS kemudian berkoordinasi dengan PGRI Sumedang untuk menentukan langkah yang akan ditempuh.
“Jadi kami melihat ada postingan dari terlapor berinisial IR pada tanggal 3 September, pada saat dengan pernyataan tersebut. Nah, makanya kami secepatnya berkoordinasi dengan PGRI,” kata Ermansyah.
Menurut Ermansyah, pihaknya tidak melihat adanya itikad baik dari IR untuk meminta maaf atas pernyataan yang telah disampaikan. Ia juga menilai terdapat postingan lanjutan di media sosial yang seolah menantang guru olahraga untuk mengambil tindakan.
“Pada saat kemarin juga ada postingan, jangankan ada iktikad baik untuk meminta maaf, malah ada postingan kembali di Instagram-nya itu bahwa dia dilaporkan oleh organisasi guru olahraga.Nah, seolah-olah dia itu seperti mau menantang guru olahraga untuk bereaksi. Padahal kita belum melakukan pelaporan apa pun,” tutupnya. (YHJ)






