Hari Santri 2026 di Subang, Sekda Rona Dorong Santri Jadi Pelaku Perubahan

Menurutnya, kegiatan seminar tersebut menunjukkan bahwa santri masa kini dituntut memiliki kemampuan yang lengkap. Santri tidak cukup hanya kuat dalam iman, tetapi juga harus memiliki wawasan keilmuan yang luas, akhlak yang baik, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Kita tidak ingin santri hanya menjadi penonton perubahan, kita ingin santri menjadi pelaku perubahan,” tuturnya

Bacaan Lainnya

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai perubahan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan daerah.

Dorong Wakaf Dikelola Berkelanjutan

Dalam konteks seminar, Kang Rona juga menyoroti pentingnya pengelolaan wakaf agar tidak berhenti pada persoalan kepemilikan aset atau tanah semata.

Menurutnya, wakaf harus mampu dikelola secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Semoga gagasan-gagasan yang lahir dari seminar ini, dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat ekosistem wakaf, Pendidikan Pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, dan pembangunan sosial di Kabupaten Subang.” pungkasnya

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi launching Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Kepala Kemenag Subang, dan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ihya.

Turut hadir dalam agenda tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ihya, Asda I Setda Subang, Kepala Kemenag Subang, para narasumber, serta sejumlah undangan lainnya. (YHJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *