“Kambingnya 5, tapi kita tidak sembelih di sini, tapi diberikan ke titik-titik. Ada beberapa yayasan yatim piatu yang kita drop, satu yayasan satu kambing,” tambahnya.
Ada hal yang membedakan aksi sosial DPD Golkar Subang dalam momentum Iduladha kali ini. Jika biasanya masyarakat hanya menerima daging kurban, Golkar Subang melengkapinya dengan bantuan paket sembako. Elita menyebutkan ada sekitar 1.000 paket sembako yang dibagikan.
“Intinya adalah berbagi. Memang Idulfitri pun sebenarnya Golkar berbagi, tapi kalau Idul Kurban, karena ini judulnya adalah kurban, jadi berbaginya hanya dengan daging kurban. Biarpun kalau Golkar beda, biarpun kurban tetap kita berikan juga dengan paket sembako juga. Ada 1.000 paket yang kita bagikan kepada tukang becak, kepada petugas kebersihan, kemudian kepada masyarakat lingkungan sekitar kantor DPD Golkar Kabupaten Subang,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai makna Iduladha tahun ini, Elita menegaskan bahwa esensi dari kurban tidak pernah berubah dari tahun ke tahun. Kurban adalah tentang bagaimana menumbuhkan rasa kepedulian dan mengimplementasikannya dalam bentuk kebijakan serta aksi nyata untuk membantu sesama.
“Artinya kalau Iduladha, mau tahun berganti pun maknanya kan tetap sama. Ini kita berbicara tentang bagaimana caranya kita berkurban. Kurban itu bukan dalam arti harus kita menyembelih sapi saja, tidak. Tapi bagaimana kebijakan kita, kepedulian kita terhadap masyarakat yang harus memahami juga apa arti kurban itu,” pungkasnya.






