Menuju Muscab, Nurul Mu’min Sebut Indra Kardiansyah Figur Potensial Nakhodai Demokrat Subang

Kepala Badan Hukum dan Perlindungan Partai (BHPP) DPC Partai Demokrat Subang, Nurul Mu'min. (Foto: BuletinJabar.com)

“Bagaimana seluruh kader itu mampu mengejawantahkan regulasi-regulasi tersebut dan mampu menyebarluaskannya ke seluruh masyarakat. Fungsi sebagai kader itu kan salah satunya di sana,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai persiapan suksesi kepemimpinan melalui Muscab di tingkat kabupaten, Mu’min tanpa ragu menyebut nama Indra Kardiansyah sebagai figur paling potensial untuk menakhodai Demokrat Subang ke depan. Prestasi dalam perolehan suara pada Pileg lalu menjadi bukti nyata tangan dingin sang Sekretaris.

Bacaan Lainnya

“Melihat kinerja sekarang ini, beliau adalah salah satu kader yang sangat potensial, kader terbaik di Kabupaten Subang. Kemarin pun di hajatan Pileg, perolehan suaranya sangat luar biasa. Kontribusi dan kerja-kerja politiknya konkret,” ungkap Mu’min.

Menghadapi Muscab yang sudah di depan mata, Mu’min menilai restu politik sangat layak diberikan kepada Indra. “Berbicara sosok Pak Indra, ya salah satunya memang sangat cocok untuk bisa memimpin Partai Demokrat di Kabupaten Subang,” imbuhnya.

Menanggapi adanya riak-riak kecil atau faksi di dalam internal partai, Kepala BHPP ini menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah dalam alam demokrasi partai politik. Namun, ia memberikan catatan kritis agar perbedaan pandangan tidak sampai melumpuhkan kerja organisasi.

“Berbicara dinamika partai politik, wajar jika ada faksi-faksi atau kelompok yang terhimpun. Nah, catatannya adalah jangan sampai saling mengunci! Ketika berbicara faksi ini bergerak melakukan kebaikan dan menjalankan roda organisasi, maka faksi yang lain harus merespons positif dengan ikut melakukan kegiatan,” kritik Mu’min dengan tajam.

Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan khitah partai politik sebagai wadah pengabdian masyarakat, bukan tempat konflik kepentingan yang destruktif.

“Partai politik itu harusnya satu kesatuan. Bagaimana caranya kepentingan-kepentingan yang ada bisa bersatu padu pada konstruksi yang positif. Kita harus memunculkan kesan bahwa Demokrat adalah partai yang dinamis secara positif dan sepenuhnya mengabdikan diri kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *