Perumda Tirta Rangga Subang Buka Suara Soal Pasokan Air Kemarau, Ini Cara Lapor Jika Ada Kebocoran!

Perumda Tirta Rangga Subang Buka Suara Soal Pasokan Air Kemarau, Ini Cara Lapor Jika Ada Kebocoran! (Foto: Ilustrasi/ BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com — Selama musim kemarau, tidak sedikit warga yang mengeluhkan alir air bersih di rumah mereka mendadak mengecil atau berkurang tekanannya. Fenomena ini kerap memicu pertanyaan publik, Mengapa debit air menyusut justru di saat udara sedang panas-panasnya?

Menjawab keresahan masyarakat, Perumda Air Minum Tirta Rangga Kabupaten Subang (TRS) memberikan penjelasan resmi sekaligus edukasi mengenai dinamika distribusi air bersih selama musim kemarau.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan penjelasan resmi dari Perumda TRS, ada dua faktor utama yang terjadi secara bersamaan saat kemarau:

1. Penurunan Debit Sumber Air Baku

Curah hujan yang minim mengakibatkan debit mata air dan sumber air baku alami mengalami penurunan drastis. Akibatnya, volume air yang dapat diolah oleh unit pengolahan air menjadi jauh lebih terbatas dibandingkan saat musim hujan.

2. Lonjakan Kebutuhan Air Masyarakat

Ironisnya, di saat pasokan air baku menurun, konsumsi air oleh masyarakat justru mengalami peningkatan signifikan untuk berbagai aktivitas harian seperti mandi, mencuci, hingga penyiraman. Kondisi “Pasokan Menurun vs Kebutuhan Meningkat” ini menciptakan tantangan tersendiri dalam distribusi.

Bagi sebagian warga yang merasakan aliran airnya lebih kecil dibandingkan tetangga atau area lain, Perumda Tirta Rangga Subang menjelaskan beberapa faktor teknis yang memengaruhinya:

Jarak dari Reservoir/Instalasi: Semakin jauh lokasi rumah dari instalasi pengolahan atau reservoir utama, tekanan air secara alami akan berkurang di sepanjang jaringan pipa.

Elevasi/Ketinggian Wilayah: Rumah yang berada di dataran tinggi atau wilayah dengan elevasi lebih tinggi membutuhkan tekanan ekstra agar air dapat terdorong naik.

Penggunaan Bersamaan di Jam Puncak (Peak Hours): Saat warga menggunakan air secara serentak (misalnya di pagi atau sore hari), tekanan air di dalam pipa distribusi akan terbagi dan menurun.

Menghadapi tantangan musim kemarau ini, Perumda TRS memastikan bahwa tim teknis terus bekerja optimal di lapangan melalui 4 langkah strategis:

1. Monitoring Debit Sumber Air: Memantau ketersediaan air baku secara rutin untuk mengantisipasi fluktuasi pasokan.

2. Penelusuran & Perbaikan Kebocoran: Melakukan deteksi dini dan perbaikan berkala pada jaringan pipa, karena kebocoran sekecil apa pun dapat menguras tekanan air.

3. Pengaturan Distribusi Air (Zoning/Pola Distribusi): Mengatur ulang aliran air sesuai kondisi lapangan agar pelayanan tetap merata bagi seluruh pelanggan.

4. Pemeliharaan Instalasi Pengolahan: Melakukan perbaikan dan perawatan rutin pada fasilitas pengolahan demi menjaga kualitas serta kontinuitas air bersih.

Perumda Tirta Rangga Subang menegaskan bahwa keberlanjutan pasokan air bersih membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Pelanggan diimbau untuk turut serta dalam menjaga ketersediaan air dengan langkah-langkah sederhana yaitu gunakan air secara bijak dan secukupnya dan pastikan kran ditutup rapat setelah digunakan.

Jika menemukan adanya kendala jaringan atau kebocoran pipa air Perumda TRS, masyarakat dapat langsung menghubungi hotline resmi via WhatsApp/Telepon di nomor:m 0819-0819-7024.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *