“Sekitar 80 persen ini dialokasikan untuk domestik atau rumah tangga. Kami mohon doanya agar tim bisa terus menyempurnakan fasilitas ini demi pelayanan terbaik bagi warga Subang,” imbuhnya.
Inovasi Biaya: Dari Rp15 Miliar Menjadi Rp1,2 Miliar
Salah satu poin paling mengejutkan dari proyek ini adalah efisiensi biayanya. Direktur Teknik Perumda TRS, Nana Rukmana, menjelaskan bahwa secara standar desain industri, pembangunan WTP dengan kapasitas serupa biasanya menelan biaya belasan miliar rupiah.
“WTP idealnya mungkin membutuhkan biaya sampai Rp14 hingga Rp15 miliar. Tetapi kami berpikir keras dengan anggaran terbatas, akhirnya ketemu dengan biaya efisien di angka Rp1,2 miliar. Ini kurang dari 10 persen anggaran standar yang diaplikasikan,” ungkap Nana.
Nana menambahkan bahwa inovasi ini sempat ia diskusikan dalam forum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi). Banyak rekan sejawat dari PDAM lain di Jawa Barat yang kini menunggu keberhasilan proyek ini untuk dijadikan contoh studi banding.
“Pembangunannya memakan waktu kurang lebih tiga bulan. Jika ini berhasil 100 persen, mungkin bisa jadi temuan baru dalam teknologi pembangunan WTP yang ekonomis,” imbuhnya.
Kehadiran WTP Cijambe ini diproyeksikan untuk meningkatkan pelayanan air bersih di tiga kecamatan utama di Kabupaten Subang, Kecamatan Cijambe, Kecamatan Subang Kota, dan Kecamatan Cibogo.







