“Kami tadi tidak sempat mengobrol dengan mereka karena memang pas datang ke sana itu dua-duanya lagi tidur, lagi istirahat. Jadi kita mau membangunkan juga agak enak. Sehingga kita hanya mengobrol dengan anaknya saja. Berdasarkan keterangan dari anaknya, sewaktu-waktu mereka memang bisa diajak mengobrol,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyudin menuturkan bahwa sang anak rela tidak bekerja demi fokus mengurus kedua orang tuanya yang sakit sakitan. Ketiganya kini hidup bersama di rumah kontrakan tersebut, dibantu oleh kerabat dekat yang juga tinggal di lingkungan yang sama. Berdasarkan informasi dari pihak desa, keluarga ini sebenarnya rutin menerima bantuan sosial dari pemerintah.
“Anaknya sendiri sekarang memang karena terikat oleh kedua orang tua tersebut, mungkin ya tidak bekerja. Jadi bertiga tinggal di satu rumah itu. Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa, mereka itu biasa mendapatkan bantuan, seperti bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan yang lainnya, termasuk bantuan pangan juga dapat,” tambah Wahyudin.
Melihat kondisi darurat dan beratnya beban yang dipikul keluarga ini, BAZNAS Kab. Subang segera menyalurkan bantuan dana tunai untuk meringankan biaya hidup harian sekaligus menyokong biaya pengobatan Bapak Casman dan Ibu Ani.
“Kami dari BAZNAS memberikan sedikit santunan untuk keperluan mereka sehari-hari, semoga bermanfaat saja,” ungkap Wahyudin.
Di akhir kegiatan, BAZNAS Kab. Subang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan. Pihak BAZNAS juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi para Muzaki yang ingin menyalurkan zakat, infak, maupun sedekahnya demi membantu warga yang berhak.
“Alhamdulillah, BAZNAS Kab. Subang telah hadir membantu Bapak Casman & Ibu Ani, lansia di Kp. Dukuh Tengah Ciasem. Mari kita terus peduli sesama. Bagi para Muzaki yang ingin menitipkan harta berupa Zakat, Infak, dan Sedekah, BAZNAS Kab. Subang siap menyalurkan amanah Bapak/Ibu kepada yang berhak,” pungkasnya.






