Sekda Subang Buka Uji Publik Naskah Akademik Hari Jadi Subang, Sejarah Jadi Pondasi Arah Pembangunan

Sekda Subang Buka Uji Publik Naskah Akademik Hari Jadi Subang, Sejarah Jadi Pondasi Arah Pembangunan. (Foto: Istimewa)

SUBANG, BuletinJabar.com – Pemerintah Kabupaten Subang terus memperkuat pijakan sejarah daerah melalui penyusunan Naskah Akademik Hari Jadi Subang. Upaya tersebut ditandai dengan dibukanya Seminar Uji Publik Naskah Akademik Hari Jadi Subang oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang, Senin (3/8/2026).

Seminar ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan sejarah Kabupaten Subang yang lebih komprehensif dan objektif. Kegiatan tersebut dihadiri 145 peserta dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, sejarawan, budayawan, organisasi veteran, hingga perangkat daerah.

Bacaan Lainnya

Dalam laporannya, Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum H. Dadang Kurnianudin, S.IP., M.Si., mewakili Kepala Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang, menjelaskan bahwa penulisan ulang sejarah dan Hari Jadi Subang merupakan hasil kerja sama antara Bapperida Kabupaten Subang dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran.

Menurutnya, proses penyusunan naskah tersebut telah melalui perjalanan panjang dengan menghimpun berbagai sumber sejarah.

“Satu pijakan sejarah bagi Kabupaten Subang yang telah melalui berbagai proses mulai dari naskah kuno hingga ingatan kolektif yanh ada di masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, hasil penulisan ulang sejarah dan Hari Jadi Subang nantinya akan diwujudkan dalam bentuk buku sejarah serta video dokumenter yang akan diintegrasikan ke Museum Subang sebagai media edukasi bagi masyarakat.

Mewakili Bupati Subang, Sekda H. Asep Nuroni membuka seminar dengan mengutip pesan Jas Merah sebagai pengingat akan pentingnya memahami dan menghargai sejarah.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Subang sangat mendukung kegiatan ini karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarah,” jelasnya.

Kang Asep Nuroni menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi yang membentuk identitas masyarakat sekaligus menjadi kekuatan dalam menghadapi masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *