SUBANG, BuletinJabar.com – Pemerintah Kabupaten Subang terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk semakin mandiri, inovatif, dan mampu memperluas pasar. Upaya tersebut kembali ditegaskan dalam Milangkala ke-11 UMKM Nasional Tahun 2026 tingkat Kabupaten Subang yang digelar di PLUT UMKM Kabupaten Subang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ny. Ega Agustine Rosyadi, S.Kep.Ners., M.Kep.Mengusung tema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi, Ngawujudkeun UMKM Nanjeur Subang Ngabret,” peringatan Milangkala ke-11 UMKM Nasional menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM di Kabupaten Subang, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan pemasaran.
UMKM Dituntut Terus BeradaptasiDalam kegiatan tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang turut meluncurkan SILADU (Sistem Informasi Layanan Data UMKM).
SILADU menjadi inovasi yang menghubungkan pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan perbankan. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah pendataan sekaligus mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Subang.
Kepala DKUPP Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, S.Sos., M.AP., mengatakan perkembangan zaman menuntut pelaku UMKM untuk terus beradaptasi agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas.
“Di tengah kondisi dan keterbatasan saat ini, kita harus kembangkan mindset kita bagaimana caranya UMKM bisa naik kelas,” ungkapnya.
Menurut Yeni, transformasi digital juga tidak bisa lagi dihindari. Para pelaku UMKM perlu menguasai teknologi informasi, terutama untuk memperluas pemasaran produk.
“Mau tidak mau harus dapat mengikuti zaman. Pelaku UMKM harus menguasai IT karena saat ini semuanya serba digital, terutama dalam pemasaran produk,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur menyoroti persoalan pemasaran sebagai salah satu tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM di Kabupaten Subang.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya membuka akses pemasaran yang lebih luas, termasuk dengan memanfaatkan rest area dan destinasi wisata sebagai ruang promosi produk lokal.






