SUBANG, BuletinJabar.com — Lapangan Gateball Sari Ater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, kembali menjadi pusat perhatian para pegiat olahraga gateball nasional. Sebanyak 608 peserta dari 15 provinsi dan 35 kabupaten/kota berkumpul dalam Sari Ater Open Tournament Gateball Gymboree 4 (SAOT 4) yang resmi dibuka, Kamis (27/8/2026).
Turnamen yang digelar hingga Minggu (30/8/2026) tersebut tak sekadar menjadi ajang adu kemampuan para atlet gateball. Sari Ater mengemas SAOT 4 dengan konsep sport tourism dan karnaval, menjadikan kompetisi olahraga sekaligus sarana memperkenalkan destinasi wisata serta produk-produk unggulan UMKM Kabupaten Subang.
Ketua Panitia Pelaksana SAOT 4, Hj. Metty Hendriaty, mengatakan tingginya partisipasi peserta menjadi salah satu bukti bahwa olahraga gateball semakin berkembang dan diminati masyarakat.
Dalam kompetisi tahun ini, peserta terbagi dalam 40 tim double mix, 48 tim tripel mix, dan 48 tim beregu bebas.
“Sportainment yang dilengkapi dengan kawasan karnaval dan sport tourism, sehingga bisa dikunjungi oleh pengunjung Sari Ater, sekaligus mengenalkan Gateball kepada masyarakat dan terdapat lapak gratis untuk UMKM Subang,” ujar Metty.
Konsep tersebut membuat SAOT 4 memiliki daya tarik yang lebih luas. Pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan pertandingan gateball, tetapi juga menikmati suasana wisata dan menjelajahi produk UMKM lokal yang tersedia di kawasan kegiatan.
Jadi Kebanggaan SubangWakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, yang akrab disapa Kang Akur, hadir langsung membuka kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Kang Akur yang juga menjabat sebagai Ketua KORMI Kabupaten Subang menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara karena konsisten menghadirkan kompetisi gateball berskala nasional di Kabupaten Subang.
Menurutnya, SAOT telah menjadi salah satu kebanggaan daerah sekaligus momentum untuk memperkenalkan Subang kepada masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia.
“Apresiasi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, kebanggaan bagi Kabupaten Subang. Selamat datang bagi seluruh peserta di Kabupaten Subang,” kata Kang Akur.
Ia menilai perkembangan gateball dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat. Semakin banyak daerah yang mulai mengembangkan olahraga tersebut, sementara kehadiran turnamen seperti SAOT turut membuka ruang bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan melalui kompetisi.
“Gateball ini sudah mulai menyebar di seluruh daerah di Indonesia. Terobosan luar biasa, karena Subang terbawa harumnya dengan pelaksanaan SAOT ini, bahkan sempat sampai level internasional,” ujarnya.






