Penunggak Pajak Tembus 200 Ribu Kendaraan, Samsat Subang Jemput Bola Sampai ke Perbatasan

Gedung P3DW/ Samsat Subang. (Foto: YHJ/ BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com – Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) atau Samsat Kabupaten Subang kini tak lagi hanya duduk manis menunggu wajib pajak datang ke kantor. Di bawah komando Kepala P3DW Subang, Endah Fitriah, instansi ini menerapkan strategi agresif “Jemput Bola” demi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Langkah inovatif ini diambil menyadari geografis Kabupaten Subang yang sangat luas dengan 30 kecamatan, di mana banyak warga di kawasan perbatasan kesulitan mengakses layanan Samsat Induk.

Bacaan Lainnya

“Sebagai Kepala P3DW, saya tidak hanya fokus bekerja di dalam ruangan. Kita sekarang lebih ke arah menggali potensi yang ada di lapangan, karena wilayah Subang itu sangat luas,” ungkap Endah Fitriah kepada BuletinJabar.com, Rabu (7/10/2026).

Cegah Kebocoran Pajak di Daerah Perbatasan

Saat ini, layanan permanen P3DW Subang baru menjangkau beberapa titik seperti Samsat Induk, Pagaden, Kasomalang, Pamanukan, Ciasem, dan Kalijati. Namun, Endah membidik kawasan perbatasan yang selama ini rawan “bocor” ke kabupaten tetangga.

Salah satu fokus utamanya adalah daerah Segalaherang dan Serangpanjang yang berbatasan dengan Purwakarta. Selama ini, banyak warga di sana yang lebih memilih membayar pajak ke Wanayasa (Purwakarta) karena alasan jarak yang lebih dekat.

“Rencananya, kita ingin ada pelayanan untuk perbatasan Purwakarta, seperti di Segalaherang dan Serangpanjang. Karena kebanyakan warga di sana bayar pajaknya ke Wanayasa. Sebenarnya sama saja masuk ke kas daerah (Provinsi), tapi kan capaian untuk KTP Subang bisa masuk ke Subang,” jelasnya.

Mobil Samsat Keliling Panen Puluhan Juta Sehari

Untuk memperluas jangkauan, P3DW Subang kini mengerahkan Mobil Samsat Keliling (Samkel) ke titik-titik baru. Hasilnya pun sangat mengejutkan.

Penambahan jadwal Samsat Keliling di Kecamatan Ciater pada hari Selasa berhasil mengumpulkan Rp 5 juta. Lebih fantastis lagi, saat layanan dibuka di Kecamatan Pabuaran pada hari Kamis, petugas berhasil meraup puluhan juta rupiah.

“Hari Kamis kemarin saat buka layanan di Pabuaran, kita tembus mendapat sekitar Rp 39 juta. Ternyata banyak yang bayar wajib pajak itu tunggakan 2 hingga 3 tahun. Alasannya apa? Mereka malas karena jarak ke Samsat terlalu jauh. Alhamdulillah sekarang terkejar,” papar Endah dengan antusias.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Endah menargetkan agar armada Samsat Keliling dapat beroperasi maksimal setiap hari dari Senin hingga Jumat untuk terus berkeliling dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *