SUBANG, BuletinJabar.com – Keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kabupaten Subang terus menunjukkan progres yang sangat positif. Memasuki bulan Juni tahun 2026 ini, tercatat sudah ada 107 Kampung KB yang berhasil naik kelas ke kategori Berkelanjutan.
Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pembeedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, Yana Suprihat, mengungkapkan bahwa total Kampung KB yang tersebar di wilayah Kabupaten Subang saat ini mencapai 253 kampung. Dari jumlah tersebut, kategorinya terbagi ke dalam beberapa tingkatan status perkembangan.
“Keberadaan Kampung KB di Kabupaten Subang itu jumlahnya totalnya 253. Nah, kategori dasar ada 76 Kampung KB, terus Berkembang 49, terus Mandiri ada 21, yang Berkelanjutan alhamdulillah sudah 107 Kampung KB. Nah, itu progres per bulan Juni tahun 2026 ini,” ujar Yana Suprihat kepada BuletinJabar.com, Rabu (17/6/2026).
Melihat capaian yang menggembirakan tersebut, pihak pemerintah daerah tidak ingin berpuas diri. Yana menegaskan bahwa mereka memiliki target yang cukup besar untuk sisa tahun ini, yaitu mendorong agar separuh dari total Kampung KB di Subang bisa mencapai strata Berkelanjutan.
“Nah kita target untuk tahun ini 50 persen lah dari jumlah Kampung KB sudah harus Berkelanjutan, targetnya seperti itu, Pak,” tambahnya optimistis.
Menariknya, Yana menjelaskan bahwa penentuan klasifikasi tingkat perkembangan Kampung KB ini tidak dilakukan secara subjektif oleh petugas daerah maupun pengurus kampung itu sendiri. Penilaian tersebut sepenuhnya berbasis data real-time yang dilaporkan secara rutin melalui sistem digital milik BKKBN.
“Oh, itu dilihat dari pelaporannya Pak, kegiatan-kegiatannya. Kan Kampung KB itu tiap bulan melaporkan hasil kegiatannya oleh pengurusnya ke aplikasi BKKBN, ada aplikasi SIGA (Sistem Informasi Keluarga). Nah di situ nanti yang menentukan Kampung KB ini masuk kategori mana. Jadi bukan kami, bukan Kampung KB-nya sendiri yang menilai, bukan,” jelas Yana.
Ia juga merinci bahwa indikator penilaian tersebut mencakup banyak aspek penting di lapangan. “Nah itu dilihat dari keaktifan kegiatannya, sarana prasarananya, terus pengurusnya lengkap atau tidak, seperti itu Pak,” imbuhnya.
Peningkatan status Kampung KB menjadi Berkelanjutan ini bukan sekadar urusan administrasi di atas kertas. Perubahan status ini mencerminkan bagaimana program-program kerja di kampung tersebut benar-benar berjalan aktif dan membawa dampak sosial yang nyata bagi masyarakat setempat.
Yana meluruskan persepsi publik bahwa Kampung KB saat ini bukan lagi singkatan dari Kampung Keluarga Berencana, melainkan Kampung Keluarga Berkualitas. Di dalamnya terdapat delapan seksi bidang yang bergerak aktif, mulai dari seksi pendidikan, sosial budaya, agama, reproduksi, hingga lingkungan.






