“Dengan dicapainya Berkelanjutan berarti kegiatannya sudah dilaksanakan. Contoh, ada yang namanya Seksi Pendidikan. Nah di sana biasanya pengurus Kampung KB membuat hasil kesepakatan dengan warga, musyawarah, ada Magrib Mengaji. Nah program-program seperti itu yang menyentuh langsung ke masyarakat,” tutur Yana memberikan contoh nyata.
Tidak hanya di bidang keagamaan dan pendidikan, aksi sosial kemanusiaan pun turut digerakkan secara masif melalui wadah ini.
“Terus ada Seksi Cinta Kasih Sayang. Pelayanan donor darah biasanya masyarakat yang ke kantor PMI, kalau ini PMI-nya yang diundang, pelayanan ke Kampung KB. Program-program seperti itu yang terus digali oleh masyarakat. Manakala laporannya sudah masuk, bukti dokumentasinya masuk, nah otomatis kan kriterianya naik. Berarti masalah yang ada di masing-masing Kampung KB bisa dibantu oleh adanya Kampung KB,” paparnya panjang lebar.
Dalam menjalankan roda kegiatannya, para pengurus Kampung KB tidak bekerja sendirian. Mereka bergerak aktif secara lintas sektor dengan melibatkan berbagai instansi pemerintahan serta didampingi oleh petugas lapangan.
“Yang bekerjanya siapa? Pengurusnya, didampingi oleh petugas PLKB dari kita. Kalau Seksi Lingkungan kerja samanya dengan Dinas Pertanian, tadi Seksi Cinta Kasih Sayang dengan PMI, Seksi Pendidikan dengan Disdik. Jadi lintas sektor bisa masuk ke Kampung KB, Pak,” kata Yana.
Ketika ditanya mengenai sebaran wilayah Kampung KB yang sudah berstatus Berkelanjutan tersebut, Yana mengaku pihak otoritas terkait masih perlu melakukan analisis lebih mendalam untuk memetakan areanya.
“Untuk itunya saya belum memetakan, Pak. Baru data globalnya saja, saya belum analisis mana saja yang yang banyak Berkelanjutan, apakah wilayah tengah, pantura, atau selatan,” ungkapnya.
Di akhir penjelasannya, Yana menegaskan kembali visi besar dari program ini. Ujung dari keaktifan seluruh elemen masyarakat di dalam Kampung KB adalah demi mewujudkan ketahanan keluarga yang utuh dan berkualitas dari berbagai aspek kehidupan.
“Itu ujung-ujungnya menciptakan keluarga berkualitas. Disebut berkualitas itu ya kan anaknya sehat, pinter sekolah, ibu bapaknya bekerja berusaha, dari sisi agamanya bagus, dari sisi pendidikannya bagus. Nah itu tujuan akhir Kampung KB. Kenapa dibentuk Kampung KB? Karena wadah partisipasi masyarakat lah, untuk masyarakat, dari masyarakat, oleh masyarakat,” pungkasnya.






