“Promosi bukan penghargaan atas kedekatan, mutasi bukan hukuman, dan rotasi bukanlah bentuk ketidakpercayaan. Jabatan adalah amanah bukan hadiah,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Kang Rey juga mengajak seluruh ASN di Kabupaten Subang untuk menjadikan semangat Ngabret sebagai budaya kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kecepatan bekerja harus dibarengi dengan ketepatan, akuntabilitas, dan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Ngabret sebagai budaya kerja. Bukan hanya cepat tapi cepat tepat, cepat yang akuntabel, dan cepat yang memberi manfaat,” terangnya.
Menutup arahannya, Kang Rey mengingatkan agar rotasi dan mutasi tidak dipandang sebagai akhir dari perjalanan karier, melainkan awal dari pengabdian yang lebih baik kepada masyarakat. Ia juga menegaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja para pejabat yang baru dilantik.
“Rotasi mutasi ini bukan hal yang aneh. Saya titip rotasi mutasi bukan hanya sebagai titik akhir, tapi ini adalah awal dan ketika kinerja tidak baik, saya tidak segan-segan memindahkannya lagi,” pungkasnya.






