Hari Anak Nasional, Alfamart Perkuat Program Satu Telur Sehari untuk Percepat Penanganan Stunting

Hari Anak Nasional, Alfamart Perkuat Program Satu Telur Sehari untuk Percepat Penanganan Stunting. (Foto: Istimewa)

SUBANG, BuletinJabar.com – Momentum Hari Anak Nasional dimanfaatkan Alfamart untuk memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, program ini tidak hanya berfokus pada pemberian asupan gizi, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.

Pada 2026, Program Satu Telur Sehari menargetkan 2.700 anak yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota di Indonesia. Selama enam bulan pelaksanaan, Alfamart akan menyalurkan lebih dari 510.000 butir telur sebagai bagian dari intervensi gizi yang diharapkan mampu mendukung perbaikan status gizi anak.

Bacaan Lainnya

Melengkapi program tersebut, Alfamart juga menghadirkan edukasi gizi bagi para orang tua dengan melibatkan tenaga kesehatan. Edukasi ini bertujuan agar intervensi gizi yang diberikan dapat berjalan lebih optimal melalui perubahan pola asuh, kebiasaan makan, serta meningkatnya pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.

Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi kesempatan bagi Alfamart untuk menghadirkan edukasi langsung dari ahli gizi kepada para keluarga penerima manfaat. Salah satunya berlangsung di Posyandu Kartini, Kabupaten Subang, Senin (20/7/2026), yang diikuti 35 anak penerima manfaat bersama orang tuanya.

Dalam sesi bertajuk “Optimalisasi Protein Lokal: Ragam Resep Olahan Telur untuk Pencegahan Stunting”, Ahli Gizi Puskesmas Sukarahayu, Herli Setianingsih, mengajak para orang tua memanfaatkan telur sebagai sumber protein hewani lokal yang mudah diperoleh, bergizi tinggi, dan ekonomis untuk mendukung pertumbuhan anak sekaligus mencegah stunting.

Menurut Herli, telur mengandung protein berkualitas tinggi serta berbagai vitamin dan mineral yang berperan penting dalam pembentukan jaringan tubuh, perkembangan otak, dan peningkatan daya tahan tubuh anak. Karena itu, telur dapat menjadi salah satu pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan gizi balita apabila dikonsumsi secara rutin dan diimbangi dengan makanan bergizi seimbang.

“Telur merupakan sumber protein hewani yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan pengolahan yang tepat dan penyajian yang menarik, telur dapat menjadi menu favorit anak sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal,” ujar Herli.

Dalam kesempatan tersebut, Herli juga memperkenalkan berbagai resep olahan telur sederhana yang dapat dipraktikkan di rumah, seperti kimbab telur, sup telur tomat, sempol tahu telur, dan puding telur susu. Menu-menu tersebut dinilai mudah dibuat serta dapat dipadukan dengan aneka sayuran dan bahan pangan lokal lainnya agar kandungan gizinya semakin lengkap.

Ia menambahkan, upaya pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan, tetapi membutuhkan pola makan bergizi seimbang yang dipenuhi secara konsisten sejak usia dini. Keterlibatan orang tua dalam menyajikan makanan sehat, bervariasi, dan sesuai kebutuhan anak menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Program Satu Telur Sehari menyasar anak usia 1 hingga 3 tahun yang terdata terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *