Hari Anak Nasional, Alfamart Perkuat Program Satu Telur Sehari untuk Percepat Penanganan Stunting

Hari Anak Nasional, Alfamart Perkuat Program Satu Telur Sehari untuk Percepat Penanganan Stunting. (Foto: Istimewa)

Sejak dimulai pada Mei 2026, setiap anak menerima bantuan satu butir telur setiap hari selama enam bulan. Penyaluran dilakukan secara berkala melalui Dinas Kesehatan dan kader Posyandu setempat sehingga pendampingan kepada penerima manfaat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Perjalanan program ini juga menunjukkan peningkatan jangkauan dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart mendistribusikan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota.

Bacaan Lainnya

Program kemudian berlanjut pada 2024 dengan penyaluran 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota. Pada 2025, cakupan diperluas menjadi 25 kabupaten/kota melalui distribusi 189.000 butir telur kepada 1.000 anak.

Sementara pada 2026, Program Satu Telur Sehari mencatat pelaksanaan terbesar sejak pertama kali digelar, dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan perluasan Program Satu Telur Sehari merupakan hasil evaluasi dan pengembangan dari pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia,” ujar Rani.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya telur yang disalurkan maupun luasnya wilayah yang dijangkau, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil monitoring internal pada 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator perbaikan status gizi. Hasil tersebut menjadi dasar bagi Alfamart untuk terus memperkuat kualitas program melalui pendampingan dan edukasi kepada orang tua.

“Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan pemberdayaan. Harapannya, Program Satu Telur Sehari membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga dan berkontribusi pada upaya nasional menekan angka stunting,” tutup Rani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *