Pastikan Pasokan Kebutuhan Pokok Aman di Musim Kemarau, DKUPP Subang Sidak ke Pasar Tradisional

Kepala DKUPP Subang, Yeni Nuraeni bersama tim gabungan saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Subang. (Foto : YHJ/ BuletinJabar.com)

SUBANG, BuletinJabar.com — Pemerintah Kabupaten Subang memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap menjadi perhatian di tengah musim kemarau yang mulai berdampak terhadap harga sejumlah komoditas pangan.Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) bersama tim gabungan ke pasar tradisional Subang, Senin (11/8/2026) malam.

Sidak melibatkan Bulog Subang, Bagian Ekonomi Pemkab Subang, Bapperida Subang, serta Polres Subang. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok sekaligus mengetahui perkembangan harga secara langsung di tingkat pedagang.

Bacaan Lainnya

Hasil pemantauan menunjukkan pasokan kebutuhan pokok masih aman tersedia, namun sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Komoditas pertanian menjadi yang paling terdampak akibat berkurangnya pasokan selama musim kemarau.

Petugas menyambangi sejumlah kios dan memantau harga berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari beras, sayuran, daging, hingga komoditas pangan lainnya.

Beberapa komoditas mengalami kenaikan antara 10 hingga 30 persen. Bahkan, harga jagung tercatat naik dua kali lipat, dari sebelumnya Rp7.000 menjadi Rp14.000 per kilogram. Harga kacang panjang juga meningkat dari Rp10.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.

Sementara itu, harga beras dan Minyakita turut mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 per kilogram. Meski demikian, sejumlah komoditas masih berada dalam kondisi relatif stabil. Harga daging sapi bertahan di kisaran Rp140.000 per kilogram, sedangkan telur ayam sekitar Rp25.000 per kilogram.

Kepala DKUPP Subang Yeni Nuraeni mengatakan, pemantauan lintas sektor tersebut penting dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi pasar sekaligus menentukan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Kita melakukan pemantauan harga ini bersama tim dari Bulog, dari Kabag Ekonomi, juga dari Dipemukim dan dari Polres juga, untuk memantau perkembangan harga di pasar. Sehingga kita bisa melakukan tindak lanjut ke depan seperti apa,” ujarnya kepada BuletinJabar.com saat sidak.

Menurut Yeni, kenaikan harga paling terasa pada sejumlah komoditas pertanian. Kondisi tersebut tidak terlepas dari musim kemarau yang berpengaruh terhadap produksi dan kelancaran pasokan.

“Ini kan ternyata banyak komoditas yang cukup tajam kenaikannya, tadi ada dari kacang tanah kenaikannya lebih dari 50 persen, ada jagung, di sini cabai rawit juga cukup lumayan di atas 25 persen. Penyebabnya kan sekarang sudah musim kemarau ya, jadi biasanya kalau musim kemarau sayuran memang cukup tinggi,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *