SUBANG, BuletinJabar.com — Proses rekrutmen tenaga kerja untuk dua perusahaan otomotif besar, BYD dan VinFast, mulai menunjukkan gambaran komposisi pekerja yang terserap. Namun, persentase tenaga kerja lokal asal Subang masih relatif kecil dibandingkan daerah lain.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta ESDM Kabupaten Subang, Rona Meiransyah, mengungkapkan bahwa jumlah pekerja yang telah direkrut BYD berasal dari berbagai daerah, baik di Jawa Barat maupun luar daerah.
“Jumlah pekerja di BYD yang saat ini sudah melalui proses rekrutmen, Subang 299 orang, Karawang 220 orang, Bekasi 144 orang, Purwakarta 112 orang, Bandung 91 orang, Cirebon 75 orang, Indramayu 63 orang, Kuningan 50 orang, Majalengka 28 orang, Bogor 19 orang, dan lainnya di luar Jawa Barat sebanyak 937 orang,” ujarnya melalui pesan singkat ke BuletinJabar.com, Rabu (15/4/2026).
Sementara itu, untuk VinFast, jumlah tenaga kerja yang terserap juga menunjukkan pola serupa.
“Jumlah pekerja VinFast, Subang 317 orang, Karawang 84 orang, Bekasi 63 orang, Purwakarta 51 orang, Bandung 32 orang, Cirebon 23 orang, Indramayu 22 orang, Tegal 14 orang, Kuningan 13 orang, dan Bogor 13 orang,” kata Rona.
Rona menjelaskan, jika digabungkan, hampir 50 persen pekerja yang direkrut berasal dari Jawa Barat. Namun, sebagian posisi strategis masih diisi tenaga kerja dari luar daerah.
“Dari luar Jawa Barat ini banyak yang senior expertise atau mandarin speaker yang tidak didapat dari Jawa Barat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan teknis diperkirakan akan meningkat mulai tahun ini.
“Banyak kebutuhan technical skill mulai tahun ini, dan harapannya bisa sebagian besar menyerap tenaga lokal,” ujarnya.
Menurutnya, keterangan tersebut merupakan hasil komunikasi dengan pihak HRD BYD dan memiliki kesamaan dengan VinFast.
Meski ada harapan penyerapan tenaga kerja lokal meningkat, Pemerintah Kabupaten Subang tidak memiliki kewenangan untuk memaksa perusahaan memprioritaskan warga setempat.
“Kita tidak punya aturan yang bisa memaksa perusahaan untuk prioritas rekrutmen warga lokal,” tegas Rona.
Pendekatan nonformal, kata dia, sudah dilakukan, namun tetap bergantung pada kebijakan perusahaan.







