Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kelestarian sungai merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara berkelanjutan, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.
Di akhir sambutannya, Kang Asep mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum perubahan dalam membangun kedisiplinan menjaga lingkungan.
“Mari kita lanjutkan, mari kita wariskan hal-hal kebaikan kepada generasi yang akan datang” pungkasnya.
Sementara itu, Founder Sungai Watch Indonesia, Gary Bencheghi, menyampaikan bahwa kegiatan Run For River yang menempuh perjalanan dari Bali hingga Jakarta merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang kini menjadi tantangan bersama.
“Masalah sampai bukan di satu daerah, tapi semua daerah” jelasnya.
Gary juga menyoroti kondisi aliran irigasi kecil di Dusun Susukan Hilir, Desa Jati-Cipunagara, yang dinilai menjadi contoh nyata besarnya volume sampah yang masih mencemari lingkungan.
“Semoga Subang kedepannya jauh lebih bersih” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Subang, jajaran Yayasan Sungai Watch Indonesia, jajaran BBWS, Kasi PSLB3 DLH Subang beserta tim, jajaran Pemerintah Desa Jati, serta masyarakat Dusun Susukan Hilir.






