“Pompa-pompa tersebut kami distribusikan ke kelompok tani yang membutuhkan. Penyaluran akan terus dilakukan sesuai tingkat kebutuhan agar sawah yang terdampak dapat segera memperoleh suplai air,” jelasnya.
Selain pompanisasi, petugas juga melakukan penarikan air dari sungai maupun sumber air terdekat sebagai solusi sementara untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman padi.
Menurut Deny, langkah cepat tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi agar tanaman padi tetap dapat bertahan hingga memasuki masa panen serta menekan potensi kerugian petani akibat kekeringan.
Dinas Pertanian juga mengimbau kelompok tani untuk memperkuat koordinasi dalam pengaturan jadwal distribusi air dan memanfaatkan bantuan pompa secara bergiliran agar seluruh lahan terdampak dapat memperoleh pasokan air secara merata.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang berharap dampak kekeringan pada musim tanam tahun 2026 dapat ditekan sehingga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga. (YHJ)






