“Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa industri strategis nasional memiliki daya saing global dan mampu berkontribusi dalam memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendukung potensi pertahanan negara. Ini menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan ekspor produk industri pertahanan Indonesia ke pasar internasional,” ungkap Brigjen TNI G. Eko Sunarto.
Dukungan juga disampaikan oleh Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Kalimantan Timur, Teguh Ismartono.
“Pencapaian ini mencerminkan bahwa produk industri dalam negeri telah memiliki kualitas dan daya saing yang mampu menembus pasar internasional. Kami mendukung sepenuhnya langkah PT Dahana dan optimis hal ini akan membuka peluang ekspor yang lebih luas ke berbagai negara,” ujar Teguh.
Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, berharap keberhasilan ini memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Bontang sangat mengapresiasi langkah PT Dahana dalam melakukan ekspor perdana ini. Kami berharap keberhasilan ini tidak hanya membawa nama baik perusahaan dan daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bontang,” ujar Neni Moerniaeni.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menembus rantai pasok global dengan produk industri berstandar tinggi.
Tak berhenti di situ, PT Dahana kembali mencatatkan capaian internasional dengan mengekspor 250 ton bahan peledak jenis cartridged emulsion ke Australia pada Minggu (19/4/2026).
Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju Port Alma, Queensland, untuk memenuhi kebutuhan mitra strategis, Johnex Explosives. Ini merupakan ekspor ke-8 untuk produk serupa ke negara tersebut.






