Tiga Perusahaan Tekstil Global Bangun Pabrik Terintegrasi di Subang Smartpolitan, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Tiga Perusahaan Tekstil Global Bangun Pabrik Terintegrasi di Subang Smartpolitan. (Foto: Istimewa)

Pembangunan fasilitas ini ditargetkan rampung pada akhir 2026, dengan operasional penuh segera menyusul. Produk yang dihasilkan akan menyasar pasar global, termasuk untuk memenuhi kebutuhan H&M sebagai mitra utama.

Chief Commercial Officer Subang Smartpolitan, Abednego Purnomo, menegaskan pentingnya integrasi industri di kawasan tersebut. “Kami sangat bangga menjadi rumah bagi investasi besar ini. Masuknya manufaktur vertikal yang mencakup Tier 1 hingga Tier 2 membuktikan bahwa ekosistem di Subang Smartpolitan mampu menjawab kebutuhan investor akan efisiensi biaya logistik dan standar ESG yang ketat. Dengan konektivitas strategis ke Tol Cipali dan kedekatan dengan Pelabuhan Patimban, kami yakin para tenant dapat mengoptimalkan peluang pasar global secara maksimal,” katanya.

Bacaan Lainnya

Ia juga menyoroti dampak ekonomi lanjutan yang akan tercipta. “Kehadiran industri ini tidak hanya menyerap tenaga kerja secara langsung di dalam pabrik, tetapi juga akan menciptakan tiga sampai empat lapangan pekerjaan turunan lainnya di sektor pendukung, seperti penyedia jasa logistik, layanan catering, laundry dan lainnya di sekitar kawasan,” ungkapnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Saribua Siahaan dari BKPM. “Besar harapan kami bahwa dengan hadirnya investasi baru di Subang ini, selain dari sektor tekstil, juga bisa membantu mendorong ekonomi daerah yang mana akan menopang target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 persen di tahun 2029,” jelasnya.

Sementara itu, Budiasti Wulansari dari H&M Production Indonesia menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Indonesia. “H&M telah beroperasi selama lebih dari dua dekade di Indonesia dan membangun kolaborasi kuat dengan puluhan perusahaan manufaktur yang tersebar di pulau Jawa. Kehadiran fasilitas vertikal dari PT Binkova, PT Serendipity dan PT Dafei di Subang merupakan wujud komitmen kami untuk terus bertumbuh bersama Indonesia. Adanya integrasi two-stage process ini tidak hanya menjadi peluang bagi sektor tekstil Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar global, namun juga bisa mengoptimalkan efisiensi biaya dan memastikan standar keberlanjutan yang sejalan dengan arah pasar global,” imbuhnya.

Pemilihan Subang Smartpolitan sebagai lokasi investasi dinilai tepat karena dukungan infrastruktur terintegrasi serta konektivitas logistik yang strategis. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat manufaktur berorientasi ekspor sekaligus motor penggerak ekonomi lokal, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri fesyen global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *