SUBANG, BuletinJabar.com – Akselerasi pembangunan hunian untuk rakyat terus digenjot oleh pemerintah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turun langsung ke lapangan meninjau proyek perumahan subsidi di Kabupaten Subang sebagai bagian dari realisasi Program 3 Juta Rumah, Senin (5/10/2026). Dalam kunjungannya, ia menyampaikan kepuasannya terhadap kualitas hunian yang dibangun untuk masyarakat.
“Sangat baik ya, tadi kita jalan dengan warga dekat dengan pasar, fasilitas publiknya tidak terlalu jauh,” ujar Maruarar saat memberikan keterangan usai berkeliling kawasan perumahan.
Tidak hanya menyoroti lokasi yang strategis, Maruarar juga memastikan bahwa konstruksi fisik bangunan memenuhi standar yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Kualitasnya saya cek tadi baik, bagus. Tempat ibadah juga sudah dibangun,” tambahnya mengapresiasi fasilitas sosial yang telah tersedia di lokasi tersebut.
Kebijakan Pro-Rakyat: Pajak Gratis dan Cicilan 40 Tahun
Dalam kesempatan itu, Maruarar kembali menekankan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang memfokuskan kebijakannya untuk meringankan beban rakyat. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah sepakat untuk menghilangkan biaya-biaya perizinan yang selama ini memberatkan pembeli rumah pertama.
“Presiden Prabowo juga sudah jalankan menggratiskan pajak-pajak bagi rakyat yaitu BPHTB, PBG sudah gratis dan terima kasih Pak Bupati,” tegas Maruarar. Langkah ini menjadi angin segar bagi warga Subang, mengingat masih ada sekitar 42.000 keluarga di daerah tersebut yang belum memiliki hunian pribadi.
Selain pembebasan pajak, pemerintah juga telah meluncurkan skema KPR Subsidi (FLPP) yang sangat meringankan. Masyarakat hanya perlu membayar Uang Muka (DP) sebesar 1 persen dengan bunga cicilan tetap 5 persen. Masa tenor atau cicilan pun kini diperpanjang dari yang sebelumnya 20 tahun menjadi maksimal 40 tahun.






