Bupati Subang Reynaldy Raih Pemimpin Daerah Award 2026, Bukti Percepatan Infrastruktur Mulai Diakui Nasional

Bupati Subang Reynaldy Raih Pemimpin Daerah Award 2026, Bukti Percepatan Infrastruktur Mulai Diakui Nasional. (Foto: Istimewa)

Capaian tersebut menjadi bagian dari agenda besar yang dikenal dengan semangat “Subang Ngabret”, khususnya dalam mempercepat konektivitas antarwilayah dan membuka akses masyarakat terhadap pusat-pusat ekonomi, pelayanan publik serta kawasan produksi.

Memasuki 2026, Pemkab Subang kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp175 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 55 kilometer. Besarnya anggaran tersebut tetap dipertahankan di tengah adanya penyesuaian fiskal akibat berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

Pemkab Subang sebelumnya juga menyiapkan penanganan pada ratusan titik jalan melalui program perbaikan infrastruktur tahun 2026.

Dari Jalan Rusak Puluhan Tahun hingga Bobos-Rancadaka

Salah satu gambaran pembangunan infrastruktur yang menjadi perhatian masyarakat adalah penyelesaian ruas Bobos-Rancadaka di Kecamatan Legonkulon.

Ruas jalan sepanjang sekitar 4 kilometer tersebut sebelumnya mengalami kerusakan dan menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun. Pemkab Subang kemudian mengalokasikan anggaran sekitar Rp11 miliar untuk penanganannya.

Pada 24 Agustus 2026, Reynaldy hadir dalam acara syukuran masyarakat setelah ruas tersebut rampung diperbaiki. Pemerintah daerah menyebut penyelesaian ruas Bobos-Rancadaka sekaligus menandai tuntasnya ruas jalan kabupaten di Desa Bobos.

Bagi masyarakat, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik. Jalan yang lebih baik berarti waktu tempuh yang lebih singkat, distribusi hasil pertanian yang lebih mudah, akses pendidikan dan kesehatan yang lebih terbuka serta konektivitas ekonomi yang semakin kuat.

Target Besar: Subang “Leucir” pada 2027

Di balik penghargaan tersebut, pekerjaan rumah Pemkab Subang masih cukup besar.

Reynaldy telah berulang kali menegaskan target “Subang Leucir 2027”, yakni menyelesaikan persoalan jalan kabupaten yang masih rusak atau berlubang.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Subang menyampaikan optimisme bahwa persoalan ruas jalan kabupaten dapat dituntaskan pada 2027. Pemerintah daerah saat ini memprioritaskan jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, sementara jalan desa dan jalan usaha tani akan ditangani secara bertahap.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *