Target tersebut juga telah disampaikan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan pembangunan ke depan tidak hanya menyelesaikan persoalan jalan, tetapi juga memperluas konektivitas ekonomi lokal hingga pelosok desa. Tahun 2027 diarahkan untuk penguatan konektivitas sekaligus penyelesaian berbagai pekerjaan rumah infrastruktur.
Infrastruktur Tak Hanya Jalan
Agenda pembangunan Reynaldy juga mulai diarahkan pada infrastruktur pendukung sektor lain.
Di Desa Bobos, misalnya, Pemkab Subang menyiapkan rencana pembangunan bendungan karet untuk mendukung sektor pertanian. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air sehingga lahan pertanian dapat lebih produktif dan memungkinkan petani melakukan panen dua hingga tiga kali dalam setahun.
Pembangunan sarana pendidikan juga masuk dalam agenda infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan perbaikan 300 ruang kelas SD dan SMP yang mengalami kerusakan dengan anggaran sekitar Rp35,3 miliar, serta memiliki target jangka panjang memperbaiki hingga 2.300 ruang kelas sampai akhir masa kepemimpinan.
Artinya, konsep pembangunan infrastruktur di Subang mulai diarahkan tidak hanya pada konektivitas jalan, tetapi juga pada infrastruktur pendidikan, pertanian dan fasilitas publik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Penghargaan Sekaligus Tantangan
Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026 menjadi catatan penting bagi pemerintahan Reynaldy dan Agus Masykur. Namun, penghargaan tersebut sekaligus membawa tantangan baru.
Pasalnya, target yang dipasang pemerintah daerah cukup tinggi: memastikan jalan kabupaten semakin terkoneksi, mengurangi titik kerusakan, membuka akses ekonomi hingga pelosok serta memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Subang bahkan mengusung arah pembangunan “Subang Terkoneksi, Ekonomi Lokal Tumbuh, Layanan Publik Menjangkau Pelosok.” Fokus tersebut menempatkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas wilayah sebagai salah satu agenda strategis pembangunan.
Dengan penghargaan nasional yang kini berada di tangan Pemerintah Kabupaten Subang, pembuktian berikutnya bukan lagi berada di panggung penghargaan, melainkan di jalan-jalan desa, akses pertanian, sekolah, fasilitas publik dan pusat-pusat ekonomi yang setiap hari digunakan masyarakat.
Pemimpin Daerah Award 2026 akhirnya menjadi bukan sekadar pengakuan atas apa yang telah dikerjakan, tetapi juga pengingat bahwa target “Subang Leucir 2027” masih harus dibuktikan hingga tuntas. (YHJ)






