Dugaan Mark Up Pengadaan Buku SMP Negeri di Subang, AMS Desak APH Turun Tangan

Ketua Angkatan Muda Subang Iqbal Maulana. (Foto: Istimewa)

SUBANG, BuletinJabar.com — Angkatan Muda Subang (AMS) menyoroti dugaan praktik mark up dalam pengadaan buku pelajaran di sejumlah SMP Negeri di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Ketua AMS, Iqbal Maulana, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lingkungan sekolah, ditemukan adanya indikasi kenaikan harga buku dari sekitar Rp52.000 menjadi Rp58.000 per eksemplar. Selisih Rp6.000 per buku tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pemborosan hingga kerugian keuangan negara jika terjadi dalam skala besar.

Bacaan Lainnya

“Ini bukan sekadar selisih harga kecil. Jika dikalikan dengan jumlah pengadaan di banyak sekolah, maka potensi kerugian negara bisa sangat signifikan,” tegas Iqbal Maulana.

Selain persoalan harga, AMS juga menemukan adanya dugaan pengondisian dalam proses pengadaan. Pembelian buku disebut terpusat hanya pada satu penyedia, yakni CV NCI yang berlokasi di Garut. Perusahaan tersebut diketahui belum lama berdiri, namun telah menjadi rekanan distribusi buku di sejumlah sekolah di Kabupaten Subang.

Dilansir dari Lingkup.id, sumber internal sekolah menyebutkan adanya kesepakatan atau memorandum of understanding (MOU) antara pihak dinas terkait dengan penyedia buku. Alur pengadaan diduga berjalan secara terstruktur, mulai dari dinas, satuan kerja, hingga Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), lalu diteruskan kepada para kepala sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *