“Mau IGD saya tambah bed-nya, walaupun sekarang sudah bertambah, itu semua bisa dimaksimalkan kalau di awalnya belum terselesaikan,” ujarnya.
Kadinkes Subang melihat arahan tersebut sebagai dorongan untuk mempercepat pemerataan layanan, termasuk peningkatan kapasitas puskesmas. Dari total 40 puskesmas di Kabupaten Subang, saat ini baru 25 yang memiliki layanan rawat inap.
Lebih jauh, rencana pengembangan fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian serius, termasuk wacana peningkatan status Puskesmas Jalancagak menjadi rumah sakit guna menjangkau wilayah selatan.
“Walau saya ingin membangun RS di Pantura, namun di selatan seperti Tanjungsiang kalau mau ke RS jauh. Saya berharap kita bisa menaikan PKM Jalancagak menjadi RS. Subang bagian selatan pun sama pentingnya,” ungkap Kang Rey.
Selain infrastruktur, pemerataan tenaga medis juga menjadi fokus utama. “Seharusnya merata jumlah dokter yang ada di puskesmas,” ujarnya, sembari meminta Dinas Kesehatan menyusun kajian komprehensif terkait kebutuhan anggaran dan kondisi layanan di lapangan.
Menutup arahannya, Bupati Subang menekankan pentingnya implementasi nyata dari hasil rapat tersebut. “Tolong dibedah, bukan cuma material, tapi sosialnya, ekonomi, dan pelayanannya. Sehingga hasilnya bukan cuma penambahan anggaran, tapi benar-benar bisa diterapkan untuk melayani kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Bagi Kadinkes Subang, rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus mempercepat transformasi layanan kesehatan yang lebih merata, responsif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.






