Penyaluran KPR Subsidi Rendah, Menteri PKP “Semprot” Bank bjb

Menteri PKP Maruarar Sirait saat menyentil Sekda Jabar atas rendahnya penyaluran KPR Subsidi. (Foto: YHJ/ BuletinJabar.com)

Klarifikasi dan Janji Pengejaran Target dari Sekda Jabar (Bank BJB)

Merespons teguran dan rentetan pertanyaan dari Menteri PKP, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman membenarkan validitas data yang ditampilkan. “Benar Pak, tidak ada manipulasi data. Ini kinerja asli Bank Jabar,” akuinya jujur di hadapan Maruarar.

Bacaan Lainnya

Sekda menjelaskan alasan mengapa kinerja Bank BJB di tahun 2026 seolah melambat tajam jika dibandingkan dengan prestasinya di akhir tahun 2025. “Saat ini memang ada dua fokus. Di satu sisi kami sedang recovery Pak, dengan pekerjaan rumah sebelumnya. Di sisi lain kami tetap harus memacu kinerja di 2026,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pihak bank tengah berupaya menjaga keseimbangan antara prinsip kehati-hatian perbankan dengan pertumbuhan bisnis. “Jadi memang dua konsen di antara prudensial dengan progresivitas dengan pertumbuhan. Memang ini berat, tapi untuk memastikan Bank Jabar-nya stabil, Bank Jabar-nya sehat, dan sekarang sudah recovery,” tambahnya. Karena baginya, bisnis utama perbankan adalah kepercayaan sehingga stabilitas harus diutamakan di masa pemulihan ini.

Terkait angka penyaluran yang ditagih oleh Menteri PKP, ia mengakui realisasinya masih minim. “Sekarang baru di kisaran 90 miliar atau 17 persen saja,” ungkap Sekda Jabar. Namun, ia berjanji akan mengejar sisa target secara agresif di kuartal terakhir tahun ini.

“Insyaallah bulan Oktober ini closing 113 miliar… kurang lebih realisasi di 200 miliar sehingga bisa menembus bulan Oktober ini 40 persen. Kami akan kejar November dan Desember,” tegasnya penuh optimisme.

Untuk mewujudkan lompatan angka tersebut, Sekda membeberkan strategi taktis yang akan dijalankan oleh jajaran Bank BJB. “Cara ngejarnya gimana? Ya tentu dengan optimasi ke lapangan Pak. Cek, recheck, crosscheck, dan pendekatannya harus ekosistem, baik di funding maupun di lending, di supply maupun di demand semuanya harus disisir Pak,” pungkasnya.

Ia juga menuntut kekompakan internal dari seluruh lapisan pegawai Bank BJB. “Tentu ini harus teamwork, ya bukan superman tapi pendekatan superteam antara pusat dengan cabang,” tutupnya. (YHJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *