SUBANG, BuletinJabar.com – Di tengah jeda sementara program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Aliansi Penggerak Ekonomi Rakyat (APER) Kabupaten Subang menggelar aksi religi berupa istigosah dan doa bersama di depan Masjid Agung Al-Musabaqoh Subang, Jumat (3/7/2026) sore. Bukan tanpa alasan, kegiatan ini menjadi ruang penyampaian aspirasi bagi ribuan relawan, pemasok, dan pemilik dapur yang kini menggantungkan roda perekonomian mereka pada ekosistem program tersebut.
APER mencatat bahwa program nasional ini telah bertransformasi menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi daerah yang sangat efektif dalam menyerap tenaga kerja lokal di Subang.
Serap Ribuan Relawan dan Pekerja Lokal
Ketua APER Subang, Haris Rismawan, mengungkapkan bahwa skala penyerapan tenaga kerja melalui program MBG di wilayahnya tergolong sangat masif dan berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran.
“Di Subang itu kan ada 157 SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi), dikali 50 ya, udah ada hampir sekitar 7.850 orang lebih. Total relawan hampir 7.8400 lebih ya di SPPG,” urai Haris saat memberikan keterangan di lokasi acara.
Besarnya angka serapan ini membuat APER berharap besar agar pemerintah pusat terus melanjutkan program ini. Menurut Haris, keberadaan dapur-dapur MBG memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan mencari penghidupan.
“Saya ini program sangat bermanfaat, bagus. Banyak masyarakat-masyarakat kecil yang tertolong. Kalau MBG ini diberhentikan, nasib-nasib relawan gimana? Mereka akan menganggur lagi. Kan ini program ini betul-betul menciptakan lapangan pekerjaan sangat banyak,” tegasnya.






