Dari Menganggur Jadi Produktif: Kesaksian Pekerja Dapur
Dampak nyata penyerapan tenaga kerja ini dirasakan langsung oleh Nur Komalawati, salah seorang warga yang direkrut menjadi bagian pengolahan atau juru masak di dapur MBG. Baginya, program ini adalah berkah yang membuka peluang kerja bagi mereka yang selama ini dianggap tidak produktif.
“Karena MBG menurut saya sangat luar biasa, membantu masyarakat yang miskin, yang tidak bisa bekerja jadi bisa kerja,” aku Nur Komalawati dengan penuh rasa syukur.
Nur, yang kini harus merumahkan aktivitasnya akibat program yang sedang libur sementara, mengaku sangat berharap agar dapur tempatnya bekerja bisa segera mengepul kembali. Rekrutmen yang dilakukan program ini telah memberikan mereka kemandirian ekonomi.
“Ya alhamdulillah, saya bagian pengolahan. Perasaannya (saat program libur) ya biasa saja tapi kangen saya, terus terang. Saya ingin kembali lagi ke dapur, kangen kerja lagi,” tuturnya.
Melalui istigosah ini, APER Subang berharap pemerintah mendengar aspirasi dari akar rumput. Bagi mereka, keberlanjutan program MBG tidak hanya berbicara tentang pemenuhan gizi anak sekolah, melainkan tentang hajat hidup ribuan pekerja lokal yang kini terancam kembali menganggur jika program ini tidak berjalan konstan. (YHJ)






