“Diupayakan jangan sering minum air es, karena itu yang membuat kita radang tenggorokan,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa Dinkes Subang telah mengantisipasi potensi penyebaran penyakit yang muncul akibat cuaca, termasuk meningkatnya populasi nyamuk.
“Kita sudah proaktif sejak Januari kemarin. Kita informasikan bahwa antara bulan Juni-Juli dan nanti Oktober, nyamuk pasti akan banyak. Kita harus mengantisipasi itu,” jelasnya.
Merespons potensi penyebaran penyakit demam berdarah (DBD) yang sering terjadi di musim kemarau, dr. Dwinan kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk.
“Jangan buang sampah sembarangan, terus jangan menginikan air yang mengalir yang mengendap di lingkungan sekitar. Terutama yang mempunyai burung, tolong lihat kebersihannya, kan jangan ada air yang menggenang,” tutupnya. (YHJ)






