Menurut dr. Ratna, kebiasaan melakukan pemeriksaan sederhana ini secara rutin dapat membantu masyarakat mengenali tanda-tanda awal gangguan irama jantung sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Melalui edukasi ini, kami ingin masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan jantungnya. Dengan rutin melakukan MENARI, potensi gangguan irama jantung bisa dikenali lebih dini sehingga risiko komplikasi seperti stroke maupun gagal jantung dapat diminimalkan,” katanya.
RSUD Subang juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan seperti jantung berdebar tidak beraturan, sesak napas, atau mudah lelah. Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Melalui kegiatan edukasi berkelanjutan ini, RSUD Subang berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya deteksi dini penyakit jantung sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.
“Kami siap mendampingi masyarakat dalam menjaga kesehatan jantung melalui pelayanan di Poliklinik Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Subang. Jantung sehat adalah investasi untuk hidup yang lebih berkualitas,” tutup dr. Ratna Sari Dewi. (YHJ)






