Dari 63 WBP yang menjalani tes urine, sebanyak 5 orang berasal dari Blok Wanita, 12 orang dari Blok C, 16 orang dari Blok D, 12 orang dari Blok E, dan 18 orang dari Blok F. Seluruhnya dinyatakan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan.
Kegiatan tersebut melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur. Sebanyak 101 petugas Lapas Subang turut ambil bagian, bersama Kepala Polsek Subang Kota, Komandan Koramil 0501/Subang, 15 personel Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Jawa Barat, 22 anggota Polres Subang, 6 anggota Kodim 0605/Subang, 4 personel BNNK Sumedang, 4 personel Polsek Subang Kota, 5 personel Koramil 0501/Subang, serta 2 personel Subdenpom III/3-2 Subang.
Lapas Subang Perkuat Deteksi Dini
Kepala Lapas Kelas IIA Subang, Gatot Harisaputro, mengatakan razia gabungan dan pemeriksaan urine merupakan bagian dari komitmen jajarannya untuk menjaga lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif.
“Kegiatan razia gabungan dan tes urin ini dilaksanakan sebagai bentuk deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas, sekaligus sebagai wujud sinergitas kami dengan Aparat Penegak Hukum (APH) TNI Polri, serta dengan BNN Kab. Sumedang. Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin untuk situasi lapas yang tetap kondusif,” ujar Gatot.
Menurutnya, sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan razia dan pemeriksaan urine tersebut berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan lancar. Ke depan, Lapas Kelas IIA Subang menyatakan akan terus meningkatkan penggeledahan rutin maupun insidentil, pemeriksaan berkala, serta koordinasi dengan APH.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung terciptanya penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan. (YHJ)






